Selasa, 13 Januari 2015

Buku hukum


Judul Dinamika Indonesia : Sajak dan Renungan Diplomat  
No. ISBN 9786027829275 
Penulis Hamid Alhadad 
Penerbit Expose 
Tanggal terbit Desember - 2014 
Jumlah Halaman 226 
Berat Buku -
Jenis Cover Soft Cover 
Dimensi(L x P) -
Kategori Sosial-Politik 
Bonus
Text Bahasa Indonesia ·
Lokasi Stok gudang penerbit
Masukkan ke daftar keinginan Masukkan ke Daftar Keinginan   

Baca review buku ini Rekomendasikan buku ini
SINOPSIS BUKU - Dinamika Indonesia : Sajak dan Renungan Diplomat

“Sajak-sajak dan esai yang ia (penulis) tulis dan diterbitkan kali ini penuh dengan perenungan tentang pelbagai dinamika politik yang dibaca oleh Pak Hamid dari pelbagai media dengan penuh perhatian. Karena itu, buku ini diberi judul Dinamika Indonesia: Sajak dan Renungan Diplomat. Di sana-sini ia memberikan kritik tajam atas kejadian-kejadian yang merebak di Tanah Air, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme serta beraneka pelanggaran hukum dan perbuatan yang tidak pantas lainnya yang dilakukan oleh para pejabat penyelenggara negara. Masalah kemiskinan dan keterbelakangan, serta ketidakadilan yang terjadi di mana-mana, juga disoroti oleh Pak Hamid dalam buku ini.

Meskipun masih banyak kekurangan di sana-sini yang disaksikan oleh Pak Hamid, namun demokrasi yang sudah berhasil diletakkan fondasinya disertai kebebasan berpendapat yang terbuka patut disyukuri sebagai salah satu modal untuk kemajuan di masa depan.”

 —Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie,


“Saya yakin, para pembaca buku yang berisi sajak dan esai Bung Hamid ini akan langsung menyadari betapa Bung Hamid senantiasa tekun mengikuti sejarah perkembangan dan dinamika di negara dan bangsa kita. Dalam buku ini, Bung Hamid merefleksikan momen-momen sejarah bangsa kita dengan penuh kesederhanaan, namun mengandung makna dan kesan yang, sebagaimana tercermin dalam lirik sajak berikut:

Sudah hampir tujuh puluh tahun kita merdeka
Hidup rukun bersama dengan berbagai perbedaan yang ada
Umumnya damai aman dan sentosa
Itulah salah satu pencapaian Indonesia

Membaca sajak dan esai renungan Bung Hamid, maka kita segera turut merasakan kegelisahan seorang anak bangsa yang amat mendalam tentang nasib bangsanya. Bung Hamid amat prihatin dengan kondisi keterpurukan bangsa ini akibat korupsi yang kian merajalela. Bung Hamid mengingatkan kita bersama agar tidak menyia-nyiakan negeri ini yang telah dengan susah payah dan penuh pengorbanan diperjuangkan kemerdekaannya oleh para pendiri bangsa.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar